Google Link

New Post










Jumat, 07 Juni 2013

KARIR PERDANA Jacksen Tiago DI TIM NASIONAL INDONESIA SEBAGAI PELATIH KEPALA


KARIR PERDANA Jacksen Tiago DI TIM NASIONAL INDONESIA SEBAGAI PELATIH KEPALA
DI MULAI SEBENTAR  MALAM Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (7/6)2013

Jacksen Ferreira Tiago (dikenal juga dengan Jeksen F Tiago, Jaksen F Tiago)
lahir di Rio de Janeiro, Brasil, 28 Mei 1968; umur 45 tahun.
Pelatih timnas senior Indonesia Jacksen F. Tiago tak memasang target muluk-muluk dalam laga uji coba melawan tim nasional Belanda di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (7/6).
Laga melawan De Oranje itu lebih dijadikannya sebagai ajang eksperimen. Jacksen memang membuat kejutan ketika mengumumkan 21 daftar pemain untuk menghadapi Belanda.
Indonesia mengumumkan skuatnya:
Kiper: Kurnia Meiga (Arema Indonesia), Andritany Ardiyasa (Persija Jakarta), I Made Wirawan (Persib Bandung).
Bek: Hengki Ardiles (Semen Padang), Zulkifli Sukur (Mitra Kukar), Ricardo Salampesy (Persipura Jayapura), M. Roby (Persisam Samarinda), Victor Igbonefo (Arema), Raphael Maitimo (Mitra Kukar), Toni Sucipto (Persib), Ruben Sanadi (Persipura).
Gelandang: Imanuel Wanggai (Persipura), Hendro Siswanto (Arema), Ahmad Bustomi (Mitra Kukar), Vendri Mofu (Semen Padang), Ahmad Jupriyanto (Sriwijaya FC).
Penyerang: Greg Nwokolo (Arema), Boaz Salossa (Persipura), Ian Louis Kabes (Persipura), Andik Vermansah (Persebaya 1927), Sergio Van Dijk (Persib).
Kehadiran coach Jacksen F Tiago di timnas:

Cuma satu pertandingan saja. Tanggal 24 [Maret] saya harus balik ke Jayapura lagi. Ini cuma peminjaman saja sampai tanggal 23 Maret, hingga pertandingan melawan Arab Saudi saja.
Rencananya saya kembali ke Persipura dan melanjutkan masa kontrak saya. Tapi saya berharap sewaktu-waktu nanti bisa kembali ke sini, kalau bisa di saat sepakbola Indonesia lebih kondusif lagi, tidak seperti sekarang ini. Tapi untuk sekarang ini, selesai satu pertandingan saya balik ke Jayapura.
Saya tidak tahu mengenai coach RD, tapi kalau tidak salah nantinya tetap [Luis Manuel] Blanco saja, karena sampai saat ini sebenarnya dia tidak dipecat. Tetap Blanco yang melatih timnas nanti.

Tentang pemain-pemain Persipura di timnas:
Kalau kita mau fair, Manu [Wanggai] dalam beberapa tahun terakhir sudah berkembang pesat. Ruben [Sanadi] di Pelita, Ian Louis Kabes, Boaz [Solossa] apalagi. Sebenarnya di Persipura itu kalau mau bicara fair, dalam pandangan saya, dikatakan dalam tiga tahun terakhir Imanuel Wanggai, Ian Kabes, Ricardo Salampessy dan Boaz itu mutlak masuk timnas.
Apakah mereka masuk starting lineup, itu tergantung diskusi pelatih nanti. Kita serahkan semua kepada pak Rahmad karena beliau yang jadi penentu di sini, saya cuma membantu beliau dengan informasi yang saya punya, semaksimal mungkin.
Kalau bicara Persipura, enam pemain itu punya kemampuan untuk tembus skuat inti, tapi semuanya tergantung oleh skema yang ditentukan pelatih.
Masa depan coach Jacksen F Tiago di Persipura:
Cita-cita saya untuk bisa melatih timnas Indonesia. Semua pelatih mempunyai cita-cita untuk menjadi bagian dari timnas sebuah negara, apalagi saya. Saya sudah beberapa tahun membangun tujuan saya yang sebenarnya. Ada dua target besar, yaitu yang pertama untuk melatih klub di luar Indonesia, dan kedua kembali dari luar untuk melatih timnas Indonesia, dengan situasi yang sudah berkembang.
Kalau rencana saya, saya pergi ke luar negeri dan dapat pengalaman lebih, lalu berprestasi, dan akhirnya kembali ke Indonesia untuk menjadi bagian dari timnas Indonesia. Rencana saya seperti itu supaya pengalaman internasional, kematangan, dan dari segala sudut saya bisa lebih kokoh dulu [sebelum mengambil bagian dari timnas Indonesia].
da peluang dari negara-negara Arab. Hubungan Arab dengan Brasil itu lebih kental dan banyak sekali pelatih Brasil yang bekerja di sana juga.

Untuk di negara tetangga seperti Thailand dan Australia, saya tidak tahu, tapi saya harus realistis. Saya tahu bukan cuma kemampuan saya yang menentukan, tapi juga faktor warna kulit juga menentukan dalam dunia kepelatihan. Itu wajar, kita semua tahu, bukan rasisme tapi ada pandangan terkotak-kotak, makanya bukan cuma persoalan kemampuan saya sebagai pelatih juga.
Calon pengganti di Persipura:
Sekarang ini kita siapkan Cris Leo Yarangga [kini asisten pelatih Persipura] untuk masa yang akan datang. Di Persipura suatu saat dia bisa menggantikan peran saya. Tapi hal itu dikembalikan ke manajemen Persipura. Untuk sementara ini belum ada wacana ke depan karena secara pribadi saya tidak punya keinginan untuk meninggalkan Persipura dalam waktu dekat ini. 
Saya sebenarnya merasa kagum dengan Sir Alex Ferguson yang begitu lama bertahan di Manchester United. Malah saya sebut pelatih terbaik dunia, ya boleh dikatakan Ferguson, karena dia begitu lama di sana dengan prestasi yang tidak begitu turun. Saya rasa dia itu panutan saya dan saya akan berusaha melakukan itu di Persipura.

Tidak ada komentar: